Kebersihan lingkungan: jenis, efektivitas, pemecahan masalah

Definisi kebersihan
Buka baca cepat

Kebersihan merupakan salah satu komponen kesehatan lingkungan. Ini merupakan perilaku sadar untuk menjaga hidup bersih untuk mencegah orang bersentuhan langsung dengan kotoran dan limbah berbahaya lainnya dengan harapan dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Kesehatan lingkungan di Indonesia tetap menjadi masalah yang memprihatinkan. Belum optimalnya fasilitas sanitasi di Indonesia ditunjukkan dengan masih tingginya kejadian penyakit infeksi dan infeksi di masyarakat. Di saat gambaran klinis telah bergeser ke penyakit degeneratif, Indonesia masih dilanda kasus DBD, diare, kusta dan hepatitis A yang seolah tak kunjung berakhir. Kondisi kebersihan di Indonesia jauh tertinggal dengan negara tetangga.

Kebersihan-lingkungan-jenis-efektivitas-pemecahan-masalah
Dengan Vietnam sendiri, Indonesia hampir disalip, apalagi jika dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura yang sangat berkomitmen terhadap kesehatan lingkungan di negaranya. Jakarta hanya menempati urutan kedua dari bawah setelah Laos dalam hal sanitasi. Sanitasi akan menentukan keberhasilan paradigma pembangunan kesehatan lingkungan untuk lima tahun ke depan, yang lebih menekankan pada aspek preventif dari segi medis. Dengan upaya pencegahan yang baik maka terjadinya penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dapat dicegah.
Jenis kebersihan

Jenis kebersihan lingkungan

Ada beberapa jenis fasilitas MCK, yaitu:

Uap Saniatsi

Remediasi uap melibatkan aliran uap pada 76,7 ° C selama 15 menit atau 93,3 ° C selama 5 menit. Dekontaminasi uap dapat dilakukan untuk mendisinfeksi bahan dan peralatan, misalnya dengan autoclave.

Renovasi air panas

Kebersihan ini dilakukan dengan cara merendam alat atau bahan dalam air panas (perkakas kecil seperti pisau, piring, wadah kecil) pada suhu di atas 80 ° C (bukan dengan menuangkan air panas / bilasan, karena tidak efektif). Efek melalui denaturasi molekul protein sel mikroba.

Kebersihan udara panas

Kebersihan ini menggunakan suhu panas 82,2 ° C selama 20 menit. Higiene ini biasanya digunakan untuk alat sterilisasi (sterilisasi kering) dengan menggunakan oven.

Kebersihan radiasi

Higiene ini menggunakan sinar UV atau sinar dengan panjang gelombang 2500 A yang harus bersentuhan dengan mikroba minimal 2 menit.

Kebersihan kimia

Higiene kimiawi, yaitu menggunakan bahan kimia untuk membunuh mikroba. Secara umum digolongkan ke dalam golongan aldehida atau golongan pereduksi yaitu bahan kimia yang mengandung golongan – COH; Golongan alkohol, yaitu senyawa kimia yang mengandung gugus -OH; Golongan halogen atau senyawa halogenasi, yaitu senyawa kimia dari golongan halogen atau yang mengandung gugus X; Gugus fenol, gugus garam amonium, gugus pengoksidasi dan gugus biguanida.
Baca lebih lanjut: Reboisasi

Efektivitas kebersihan

Berikut ini adalah efektivitas dari chemical hygiene yang dipengaruhi oleh:

Waktu kontak (minimal 2 menit)
Suhu optimal (21.1-37.8Oc), jika lebih tinggi akan menguap (yodium) dan bersifat korosif (klorin), dan jika lebih rendah tidak akan efektif.
PH optimal adalah 6-7 dan tidak efektif pada pH basa.
Kebersihan alat
Kesadahan air (mempengaruhi nilai pH, air sadah bersifat basa dan korosif.
Kontaminasi agen lain (misalnya deterjen)

Untuk makanan segar, mencuci dapat mengurangi potensi bahaya dari mikroorganisme. Mencuci atau membilas sayuran dapat menghilangkan kotoran dan kontaminan lainnya. Pencucian bisa dilakukan dengan air, deterjen, larutan bakterisidal seperti kaporit dan lain-lain.
Masalah kebersihan

Di bawah ini adalah beberapa masalah kebersihan:
1. Air bersih

Air bersih adalah air untuk kebutuhan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah direbus. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air bersih banyak hubungannya dengan sampah, pembuangan sampah masyarakat sehari-hari, dan pembuangan limbah yang langsung mengalir ke saluran sungai. Hal ini menyebabkan saluran / sungai menjadi tersumbat dan sungai menjadi tersumbat karena sampah. Saat musim hujan selalu ada banjir dan penyakit. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan pembuangan limbah dan limbah yang tidak memadai antara lain:

diare
Demam berdarah
Disentri
Hepatitis A
kolera
Tiphus
Cacingan dan malaria

2. Kesehatan permukiman

Fakta

 

LIHAT JUGA:

 

https://memphisthemusical.com/
https://officialjimbreuer.com/
https://timeisillmatic.com/
https://votizen.com/
https://boutiquevestibule.com/
https://ariatemplates.com/
https://worldbeforeher.com/
https://thinknext.net/
https://bootb.com/
https://excite.co.id/