Citra Pengindraan Jauh: Citra Nonfoto

Citra Pengindraan Jauh: Citra Nonfoto

Citra nonfoto adalah citra yang dihasilkan dengan menggunakan sensor bukan kamera serta memanfaatkan bagian spektrum elektromagnet dari sinar X hingga gelombang radio. Citra nonfoto dapat diklasifikasikan berdasarkan spektrum elektromagnet, sensor, dan wahana yang digunakan.

Berdasarkan spektrum elektromagnet yang digunakan, citra nonfoto dapat dibedakan menjadi citra inframerah termal serta citra gelombang mikro dan radar. Citra inframerah termal dibuat dengan spektrum inframerah termal serta menggunakan sensor solid state detector dalam scanner atau radiometer. Dengan citra ini, pengamatan objek dilakukan berdasarkan perbedaan temperatur tiap objek di permukaan bumi. Sementara itu, citra gelombang mikro dan radar merupakan citra yang dihasilkan dari pengindraan jauh sistem gelombang mikro. Citra gelombang mikro dihasilkan dengan menggunakan scanner dan radiometer atau dengan antena dan circuit sebagai sensor. Sensor gelombang mikro aktif disebut sistem radar (radio detection and ranging), yaitu sensor yang memancarkan sinyal pada gelombang mikro dan menerima pantulan untuk membentuk citra dari objek di permukaan bumi.

Berdasarkan sensor yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi citra tunggal dan citra multispektral. Citra tunggal adalah citra yang dihasilkan dari sistem sensor tunggal. Sementara itu, citra multispektral adalah citra yang dihasilkan dari sistem saluran jamak. Citra tunggal umumnya dihasilkan oleh rentang saluran (band) yang lebar. Sementara itu, citra multispektral dihasilkan oleh rentang saluran (band) yang sempit.

Berdasarkan wahana yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi citra dirgantara (airborne image) dan citra satelit (satellite/spaceborne image). Citra dirgantara adalah citra yang dihasilkan oleh sistem yang beroperasi di udara (dirgantara). Sementara itu, citra satelit adalah citra yang dihasilkan oleh sistem yang berada di antariksa atau angkasa luar.


Baca Artikel Lainnya: